Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASEMINI DOCSEVENTS & MERCHCOLLABORATE
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Aku Jeje dan Identitas Musisi di Balik Popularitas TikTok

BY NODA EDITORIALAKU JEJE
AKU JEJE

Perjalanan Jeje dalam merilis karya bermula dari fase ketika ia sedang kebingungan menentukan arah hidup. Di tengah situasi tersebut, ia mencoba merilis lagu dan mendapatkan respons yang tidak luar biasa, dengan jumlah pendengar mencapai 100 ribu stream. Pencapaian itu menjadi dorongan baginya untuk kembali menulis dan merilis lebih banyak karya. Dalam proses kreatifnya, Jeje tidak mengharuskan sebuah lagu tercipta dengan konsep yang sudah dicanangkan sejak awal. Terkadang, sebuah nada muncul secara tiba-tiba lalu ia mengikuti alurnya hingga menemukan suasana yang tepat untuk dikembangkan menjadi lirik. Pengalaman pribadi pun kerap menjadi sumber utama ceritanya, membuat setiap lagu memiliki keterikatan dengan fase kehidupan yang pernah ia lalui.

Salah satu karya yang menyimpan cerita paling personal bagi Jeje adalah “Tenang”. Lagu ini berangkat dari pengalaman kehilangan mantan kekasihnya yang meninggal dunia akibat kanker kulit pada 2021. Namun, Jeje baru mengetahui kabar kepergiannya dua hari setelah dikebumikan karena saat itu ia tidak memiliki alat komunikasi. Pengalaman tersebut meninggalkan perasaan hancur yang sulit dijelaskan, hingga akhirnya pada 2024 ia menuangkannya ke dalam sebuah lagu. Proses rekamannya pun berlangsung secara spontan. Jeje datang ke studio dan merekam lagu secara langsung tanpa metronom, bahkan ketika liriknya belum sepenuhnya terbentuk. Baginya, lagu tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan perasaan yang selama ini tersimpan.

Seiring berjalannya waktu, hubungan Jeje dengan kenangan di balik “Tenang” pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya lagu itu menjadi pengingat akan kehilangan yang begitu menyakitkan, kini ia dapat membawakannya di atas panggung sambil menceritakan kisah di baliknya dengan perasaan yang lebih damai. Merilis lagu tersebut terasa seperti menyelesaikan sesuatu yang selama ini belum sempat ia sampaikan. Melalui “Tenang”, Jeje ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak pernah benar-benar melupakan sosok yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya. Lagu itu sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan keberadaan mantannya kepada pendengar, agar kisahnya tetap hidup melalui musik.

Di sisi lain, “Lihat Kebunku (Taman Bunga)” menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam perjalanan karirnya. Lagu yang mengambil inspirasi dari lagu anak-anak tersebut mendapat respons jauh melampaui ekspektasi Jeje. Ia bahkan sempat menangis karena tidak menyangka sebuah karya yang ia rilis setelah sekian lama bermusik akhirnya mendapatkan perhatian sebesar itu. Pengalaman tersebut tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga membuatnya semakin jeli melihat bagaimana sebuah lagu dapat diterima oleh pendengar. Ia mulai memahami bahwa pemilihan nada, karakter instrumen, dan pendekatan musikal memiliki peran penting dalam membangun hubungan antara karya dan audiens. Dari sana, Jeje mendapatkan perspektif baru tentang industri musik tanpa harus meninggalkan pendekatan personal yang selama ini menjadi bagian dari proses kreatifnya.

Cerita personal lainnya hadir melalui “Bila”, yang berangkat dari pengalamannya melihat orang tua yang telah berpisah. Melalui gambaran sebuah foto dalam bingkai, Jeje mengungkapkan perasaan dan harapannya terhadap mereka. Di balik situasi keluarga yang rumit, tersimpan keinginan sederhana agar orang-orang yang ia sayangi tetap bisa menemukan kebahagiaan, bahkan jika kebersamaan tidak lagi dapat terwujud seperti sebelumnya. Dalam lagu ini, Jeje juga menyampaikan pesan kepada kedua orang tuanya untuk selalu menjaga kesehatan dan terus menunggunya meraih kesuksesan. Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana Jeje menggunakan musik untuk mengungkapkan perasaan yang mungkin tidak selalu mudah disampaikan dalam percakapan sehari-hari.

Di luar cerita-cerita emosional yang hadir dalam lagu-lagunya, Jeje juga memiliki kebiasaan unik saat menulis, yaitu makan rujak pedas. Ia mengaku menyukai makanan dengan tingkat kepedasan yang tinggi karena sensasi tersebut membuatnya merasa lebih bersemangat, terjaga, dan seperti mendapatkan dorongan baru untuk berkreasi. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari kesehariannya sebagai penulis lagu, di tengah proses mencari inspirasi yang tidak selalu datang sesuai rencana. Bagi Jeje, kreativitas bisa muncul dari mana saja, baik melalui pengalaman besar yang mengubah hidup maupun hal-hal kecil yang menemani rutinitas sehari-hari.

Untuk langkah berikutnya, Jeje memiliki keinginan untuk merilis album yang berangkat dari gagasan tentang perayaan diri sendiri. Album tersebut ingin ia jadikan bentuk apresiasi terhadap perjalanan yang telah dilalui, pencapaian yang berhasil diraih, serta orang-orang yang memberikan kontribusi dalam hidupnya. Di dalamnya, ia ingin menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanannya. Secara musikal dan emosional, Jeje juga ingin memasuki fase yang lebih bahagia, dengan memberikan ruang lebih besar bagi cerita tentang jatuh cinta dan pengalaman menyenangkan lainnya. Setelah banyak mengeksplorasi kehilangan dan berbagai perasaan yang berat, ia ingin memberi kesempatan kepada dirinya sendiri untuk menikmati sisi kehidupan yang lebih ringan.

Ke depan, Jeje berharap dapat membawa musiknya ke lebih banyak panggung di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mewujudkan impiannya untuk tampil di Jepang. Ia juga menyimpan keinginan untuk menempuh pendidikan musik di Prancis sebagai kesempatan memperluas pengetahuan dan pengalamannya dalam bermusik. Semua harapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang masih ingin ia bangun, tanpa kehilangan kedekatan dengan cerita-cerita personal yang selama ini menjadi sumber inspirasinya. Bagi Aku Jeje, musik bukan hanya tentang seberapa jauh sebuah lagu dapat dikenal, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman hidup bisa diabadikan, perasaan dapat disampaikan, dan setiap fase kehidupan memiliki ruang untuk dirayakan.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
AKU JEJE
THE ARTISTAKU JEJEVIEW FULL PROFILE
© NODA ENTERTAINMENT 2026