Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASEMINI DOCSEVENTS & MERCHCOLLABORATE
BACK

ALEE

Ada cerita yang lebih mudah ditulis daripada diucapkan langsung. Hal itu tercermin dalam cara Ali Assegaf atau biasa dikenal dengan Alee, solois dan penulis lagu asal Majalaya, menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam musik. Alih-alih banyak bercerita kepada orang lain, ia memilih menjadikan lagu sebagai tempat untuk menyimpan pikiran dan perasaan yang sedang ia alami. Kebiasaan tersebut turut melatarbelakangi “Apa Kabarmu?”, single terbarunya yang mengangkat kerinduan terhadap seseorang dari masa lalu.

PHOTOS

ROOM SERVICE SHOWCASE

No video available

OFFICIAL MUSIC VIDEO

DISCOGRAPHY

SINGLE
SINGLE
© NODA ENTERTAINMENT 2026
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Alee dan Cerita yang Tak Selalu Bisa Diungkapkan Lewat Kata-Kata

Perjalanan Alee mengenal musik dimulai sejak masa SMA. Ia belajar secara otodidak karena memiliki keinginan untuk memainkan musik sendiri, terutama untuk mengiringi lagu-lagu yang ingin ia nyanyikan. Ketertarikan tersebut juga tumbuh dari lingkungan keluarga, khususnya sang papa yang memperkenalkannya pada musik gambus. Saat menempuh pendidikan SMP hingga SMA di pesantren, Alee juga terbiasa menyanyikan lagu-lagu gambus. Pengalaman ini menjadi bagian awal dari perjalanan musikalnya sebelum ia mengeksplorasi musik dan penulisan lagu dengan caranya sendiri.

Dalam mengembangkan musikalitasnya, Alee turut mengambil inspirasi dari band seperti Radiohead dan The Beatles. Keduanya menjadi referensi dalam melihat bagaimana musik dan aransemen dapat membangun suasana sekaligus memperkuat cerita sebuah lagu. Namun, bagi Alee, proses berkarya tidak berhenti pada referensi musikal. Ia juga banyak mengambil bahan tulisan dari pengalaman pribadi. Karena tidak selalu terbiasa menceritakan isi pikirannya kepada orang lain, lagu menjadi tempatnya untuk bercerita dan mencurahkan perasaan. Dengan begitu, setiap karya memiliki ruang untuk menyimpan cerita yang mungkin tidak pernah ia sampaikan secara langsung.

Pendekatan tersebut terasa dalam “Apa Kabarmu?”, single yang dirilis pada 9 Oktober 2026. Lagu ini berangkat dari pengalaman pribadi Alee tentang seseorang dari masa lalu yang sempat ia pikir sudah tidak lagi mengusik perasaannya. Ketika lagu itu mulai terbentuk, ia justru sudah berada dalam keadaan yang lebih baik, bukan lagi dalam fase galau seperti sebelumnya. Namun, sebuah mimpi tiba-tiba membawanya kembali pada ingatan tersebut. Pengalaman itu kemudian menjadi pemantik untuk menulis lagu tentang kerinduan dan kemungkinan bahwa seseorang yang pernah berarti masih bisa kembali hadir dalam hidup. Melalui “Apa Kabarmu?”, Alee menyampaikan harapan sederhana: semoga ada rindu yang membawamu kepadaku sekali lagi.

Menariknya, respons pendengar terhadap “Apa Kabarmu?” berkembang melampaui cerita personal yang melatarbelakanginya. Alee tidak menyangka lagu tersebut akan terhubung dengan begitu banyak pengalaman yang berbeda. Melalui kolom komentar, beberapa pendengar membagikan cerita bahwa kerinduan yang mereka rasakan bukan ditujukan kepada mantan kekasih, melainkan kepada anggota keluarga seperti kakek dan nenek, bahkan hewan peliharaan yang telah tiada. Respons tersebut memperlihatkan bahwa sebuah lagu tidak selalu berhenti pada makna yang ingin disampaikan penciptanya. Ketika sampai kepada pendengar, lagu bisa menemukan cerita baru dan menjadi representasi dari kehilangan serta kerinduan yang lebih luas.

Bagi Alee, pengaruh terbesar dalam perjalanan bermusiknya tetap berasal dari dirinya sendiri. Pengalaman, pemikiran, dan hal-hal yang ia rasakan menjadi bagian penting dalam proses kreatifnya. Ke depannya, ia juga ingin mengeksplorasi cerita yang lebih beragam, termasuk menulis lagu-lagu dengan nuansa yang lebih bahagia. Keinginan tersebut membuka kemungkinan bagi pendengar untuk mengenal sisi lain Alee, tidak hanya melalui karya yang dekat dengan rasa rindu dan refleksi personal, tetapi juga lewat cerita-cerita yang membawa suasana lebih ringan.

Di luar perjalanan kreatifnya, Alee juga memiliki harapan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang-orang yang telah mendukungnya sejak awal, terutama teman-teman yang selama ini mengikuti perjalanannya melalui siaran langsung TikTok. Baginya, kesempatan untuk bertemu langsung dan membangun komunitas kecil bersama mereka menjadi salah satu hal yang ingin diwujudkan ke depannya. Keinginan itu sejalan dengan bagaimana musik bekerja dalam perjalanannya: berawal dari cerita pribadi, lalu menemukan tempat di kehidupan orang lain. Kini, “Apa Kabarmu?” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 9 Oktober 2026.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
Expanded artist photo