Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASEMINI DOCSEVENTS & MERCHCOLLABORATE
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Amabel Odelia: Meramu Nostalgia R&B 90-an dengan Sentuhan Gen Z

BY NODA EDITORIALAMABEL ODELIA
AMABEL ODELIA

Ketertarikannya pada musik sudah terlihat sejak kecil. Amabel sempat mengikuti les piano, meski saat itu belum terlalu serius karena masih merasa malu dan kurang percaya diri. Sang ibu, Ruth Sahanaya, yang dikenal sebagai salah satu penyanyi besar Indonesia, juga menjadi sosok yang membuatnya tumbuh dengan paparan musik yang kuat. Amabel merasa bersyukur bisa berada di lingkungan keluarga yang mendukung ketertarikannya terhadap seni. Bahkan, sejak awal ia sudah memiliki keinginan untuk lebih banyak mengeksplorasi dunia musik dibandingkan mengejar bidang akademik. Meski begitu, orang tuanya tetap mengingatkan bahwa mempelajari hal lain juga penting untuk membentuk cara berpikir dan proses pendewasaan.

Kesempatan untuk memperdalam kemampuannya datang ketika Amabel melanjutkan pendidikan di Sydney pada 2018 dengan mengambil jurusan musical theatre. Di sana, ia mulai belajar lebih serius mengenai teknik vokal, performa, hingga berbagai aspek dalam pertunjukan musikal. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dasar musikalitasnya. Ia juga banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya, sehingga proses berkembangnya tidak hanya datang dari pendidikan formal, tetapi juga pengalaman dan interaksi selama berada di lingkungan seni.

Langkah Amabel sebagai penyanyi mulai terbuka pada 2020, ketika pandemi membuat perkuliahannya harus berlangsung secara daring dan ia tidak bisa kembali ke Australia. Di tengah perubahan aktivitas tersebut, seorang teman menawarkan sebuah lagu untuk dicoba sebagai single pertamanya. Tawaran itu akhirnya menjadi awal perjalanan profesional Amabel melalui lagu “Damba”, hasil kolaborasinya bersama Garry Armando. Meski bukan ditulis sendiri olehnya, lagu tersebut menjadi pengalaman awal untuk mengenali karakter suara dan arah musik yang ingin dibangun. Seiring berjalannya waktu, Amabel menyadari bahwa ada banyak perubahan dari karya pertamanya hingga lagu-lagu yang dirilis kemudian. “Damba” pun menjadi titik awal eksplorasi sebelum ia semakin menemukan identitas musikalnya.

Perubahan penting lainnya terjadi ketika Amabel bertemu produsernya, Farrel Hilal pada 2023. Keduanya merasa memiliki kecocokan dalam memahami musik, terutama ketika berbicara tentang R&B dengan nuansa 90-an. Farrel dinilai mampu menangkap referensi dan selera musik yang ingin dieksplorasi Amabel. Proses kreatif mereka juga berjalan melalui banyak diskusi, mulai dari menentukan referensi sound, memilih diksi yang tepat, hingga mencari gaya melodi yang terasa paling sesuai. Kolaborasi tersebut membuat Amabel memiliki ruang lebih luas untuk terlibat dalam pembentukan karakter musiknya sendiri, bukan sekadar membawakan sebuah lagu.

Menariknya, pengalaman Amabel di musical theatre ternyata punya hubungan erat dengan pendekatan R&B yang ia sukai. Teknik pernapasan yang dipelajari dalam musikal, misalnya, membantu dirinya ketika harus membawakan bagian vokal dengan kebutuhan napas yang panjang. Begitu pula dengan latihan menghadapi nada-nada yang cukup menantang, yang membuatnya lebih terbiasa menjaga kestabilan suara saat bernyanyi. Menurut Amabel, musikal teater dan R&B memang memiliki tantangan vokalnya masing-masing, tetapi keduanya justru bisa saling melengkapi. Pengalaman dari satu bidang akhirnya menjadi bekal untuk mengeksplorasi bidang lainnya.

Walaupun lahir di era 2000-an, Amabel justru memiliki ketertarikan besar terhadap musik R&B era 90-an. Salah satu hal yang membuatnya menyukai periode tersebut adalah karakter produksi musiknya yang banyak mengandalkan instrumen asli, sebelum teknologi digital berkembang seperti sekarang. Ia ingin membawa kembali nuansa sound yang terasa hangat dan khas dari era tersebut, tetapi tetap mengemasnya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi sekarang. Dengan begitu, musiknya bisa menghadirkan rasa nostalgia bagi pendengar generasi milenial sekaligus menawarkan sesuatu yang tetap relevan bagi Gen Z. Eksplorasi inilah yang terus ia kembangkan, termasuk dalam single terbarunya, “Hujan dan Petir”.

Dirilis pada 18 September 2026, “Hujan dan Petir” menjadi salah satu hasil dari proses panjang Amabel bersama Farrel Hilal dalam meramu karakter musik yang ingin mereka hadirkan. Dari pencarian referensi suara, pemilihan diksi, hingga pembentukan melodi, setiap detail melalui proses diskusi agar menghasilkan nuansa yang terasa tepat. Lagu ini sekaligus memperlihatkan perkembangan Amabel dalam membangun identitas musikalnya, dengan pengaruh R&B 90-an yang tetap diberi sentuhan masa kini. Buat yang penasaran dengan arah musik Amabel dan bagaimana ia meramu dua generasi dalam satu karya. Single terbarunya, “Hujan dan Petir”, sudah bisa didengarkan di semua platform musik digital.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
AMABEL ODELIA
THE ARTISTAMABEL ODELIAVIEW FULL PROFILE
© NODA ENTERTAINMENT 2026