Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASECOLLABORATE
BACK

DBATLAYAR

Nama Dbatlayar sendiri membawa identitas secara etimologis, “D” merujuk pada nama depan mereka, David dan Daniel, sementara Batlayar merupakan nama fam keluarga dari Maluku Tenggara. Sedangkan secara filosofis, mereka juga memaknainya sebagai setiap orang memiliki layarnya masing-masing yang dimana selalu terdapat perdebatan antara hati dan logika, yang pada akhirnya selalu berujung pada ruang untuk menunjukkan setiap eksistensinya.

PHOTOS

ROOM SERVICE SHOWCASE

OFFICIAL MUSIC VIDEO

DISCOGRAPHY

SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
© NODA ENTERTAINMENT 2026
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Dbatlayar - Dave & Daniel, Batlayar Fam Maluku

Nama Dbatlayar sendiri membawa identitas secara etimologis, “D” merujuk pada nama depan mereka, David dan Daniel, sementara Batlayar merupakan nama fam keluarga dari Maluku Tenggara. Sedangkan secara filosofis, mereka juga memaknainya sebagai setiap orang memiliki layarnya masing-masing yang dimana selalu terdapat perdebatan antara hati dan logika, yang pada akhirnya selalu berujung pada ruang untuk menunjukkan setiap eksistensinya.

Sebelum musik menjadi karya, musik lebih dulu menjadi bagian dari keseharian Dave dan Joy. Dua bersaudara yang kini dikenal sebagai D’Bat Layar ini tumbuh di rumah yang tidak jauh dari musik dan sepak bola. Ketika gadget belum menjadi bagian dari keseharian mereka, alat musik dan lapangan justru menjadi ruang tempat keduanya membangun kedekatan.

Selisih tiga tahun tidak membuat hubungan mereka berhenti sebagai kakak dan adik. Sejak kecil, mereka sudah terbiasa berbagi banyak hal. Joy mulai mengenal piano dan drum sejak TK, sementara keduanya mulai bermusik bersama sejak SD. Mereka juga tumbuh dalam keluarga yang memiliki tradisi musik yang kuat: sang opa adalah pemain biola, keluarga dari pihak ayah banyak menciptakan lagu, sementara sang ibu berkarya dalam musik gereja. Keduanya kemudian tumbuh melalui pelayanan musik gereja hingga melanjutkan pendidikan yang sama di bidang Bimbingan Konseling dan mengerjakan skripsi yang berkaitan dengan music therapy.

Chemistry yang terbentuk sejak kecil itu kemudian menemukan bentuk lain dalam musik. Dave lebih banyak mengolah lirik, sementara Joy mengembangkan bagian musiknya. Keduanya berdiskusi dan saling melengkapi. Bahkan cara mereka bekerja terasa seperti ketika bermain bola: Dave sebagai striker dan Joy sebagai playmaker. Mereka sudah terbiasa membaca gerak satu sama lain.

Bagi Dbatlayar, kedekatan tersebut juga menciptakan sesuatu yang penting dalam proses berkarya: ruang aman untuk terbuka. Sebagai dua saudara laki-laki, berbicara tentang perasaan dan patah hati mungkin tidak selalu terdengar mudah. Namun, komunikasi yang dibangun sejak kecil membuat mereka terbiasa berdiskusi tanpa takut dijatuhkan. Keluarga menjadi tempat yang aman untuk membangun ketersalingan.

Karena itu, kesedihan dalam lagu-lagu Dbatlayar tidak selalu berakhir sebagai kesedihan. Pengalaman personal justru menjadi bahan untuk melihat kembali diri sendiri. Dalam “Badut Baru”, misalnya, kisah tentang salah menaruh hati tidak hanya diarahkan pada orang lain, tetapi juga menjadi refleksi tentang bagian diri yang ikut mengambil keputusan. Begitu pula “Tertunda”, yang membawa pesan untuk tidak membandingkan proses diri dengan orang lain ketika rencana belum berjalan sesuai harapan.

Cara pandang tersebut juga berkaitan dengan latar belakang mereka di bidang konseling. Pengalaman hidup, cerita dari orang-orang di sekitar, dan perasaan yang mereka alami menjadi sesuatu yang dapat ditinjau kembali ketika sebuah lagu dibentuk. Musik bagi mereka bukan hanya tempat untuk menuangkan perasaan, tetapi juga ruang untuk memahami dan bertumbuh. Pada akhirnya, Dbatlayar ingin membawa kehangatan yang mereka kenal dari rumah ke dalam musik. Mereka bahkan mengaransemen ulang lagu-lagu anak seperti “Naik-Naik ke Puncak Gunung”, dengan harapan musik mereka suatu hari dapat menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk bernyanyi bersama.

Tahun ini, Dbatlayar tengah mempersiapkan album yang akan dirilis secara bertahap. Enam karya telah menjadi bagian dari perjalanan menuju album tersebut. Namun, bagi mereka, musik tidak hanya tentang mencapai sesuatu yang lebih besar. Karya yang didengar, memberi dampak, dan dapat bertahan secara kreatif sudah menjadi bagian dari definisi sukses mereka. “Berkecukupan dalam hidup itu sudah sukses, Sukses lebih mendefinisikan perasaan dibandingkan hasil yang terukur.” ujar mereka. Mungkin sesederhana itu pula musik Dbatlayar ingin bekerja: lahir dari pengalaman, tumbuh dari hubungan, dan pada akhirnya menjadi sesuatu yang bisa menemani orang lain untuk merasakan kehangatan pulang.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
Expanded artist photo