
Musik bukan hal baru bagi Farrel Hilal, kedekatannya dengan musik sudah dimulai sejak kecil. Ia tumbuh di keluarga yang banyak bermain musik dan mulai belajar gitar pada tahun 2012. Ketertarikannya bermusik kemudian berkembang lebih pada tahun 2018–2019, ketika ia mulai mendalami teknik bermain gitar. Pada tahun 2020 perubahan terjadi dalam perjalanan bermusik Farrel Hilal, pandemi membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Dapatkan berita terbaru, jadwal showcase, dan rilisan musik eksklusif langsung di inbox Anda.
Hanya menggunakan iPhone 6 dan aplikasi studio Garageband, Farrel mulai bereksperimen membuat lagu dari kamarnya. Salah satu hasilnya adalah “Stargazing”, yang kini telah mencapai jutaan stream. Dari eksperimen sederhana tersebut, menulis lagu kemudian menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Farrel mengatakan bahwa sebagian besar lagunya berasal dari cerita pribadi, meski pengalaman teman juga kerap menjadi inspirasi.
Hingga kini Farrel telah menulis ratusan lagu. Sebagian masih disimpan, sementara beberapa lainnya akan dirilis secara bertahap meski tidak seluruhnya akan dipublikasikan. Baginya terus menulis merupakan bagian dari latihan untuk berkembang sebagai musisi. Ia percaya tidak ada yang bisa mengetahui karya mana yang nantinya akan menemukan pendengar loyalnya. “Nggak ada tulisan yang jelek,” ujarnya. Bahkan karya yang menurutnya belum sempurna tetap memiliki peran dalam proses menuju tulisan yang lebih matang.
Selama lima tahun terakhir, Farrel semakin banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar musik. Ia bermain secara reguler hingga akhirnya bergabung dengan label. Berbagai pengalaman tersebut ikut memperluas referensi musikalnya, mulai dari musisi RnB di luar negri hingga musisi Indonesia seperti Adrian Khalif dan MALIQ & D'Essentials.
Meski RnB & soul menjadi warna yang cukup lekat dengan namanya saat ini, Farrel tidak ingin terpaku pada satu genre. Ia ingin tetap punya ruang untuk mencoba berbagai jenis musik, “nggak menutup kemungkinan di lain hari aku akan bikin musik country tiba-tiba, bisa bikin dangdut and i'm very open about it” ucap Farrel. Baginya, menjadi musisi bukan berarti harus selalu berada dalam satu warna yang sama, ia ingin terus eksplor diri dan merasakan semua jenis musik.
Hubungan Farrel dengan para pendengarnya menjadi salah satu alasan yang membuatnya terus berkarya. Salah satu pesan yang paling membekas datang melalui direct message Instagram dari seorang pendengar yang mengaku sempat berada di titik menyerah dalam hidupnya. Setelah mendengarkan lagu Farrel, ia mengaku berubah pikiran dan kembali menemukan alasan untuk melanjutkan hidup. Bagi Farrel, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sebuah lagu dapat memiliki arti yang jauh lebih personal dan memberikan dampak yang berbeda bagi setiap orang.
Harapan serupa ia bawa ke album debutnya, "Asmara & Swag", yang dijadwalkan rilis 18 September 2026. Album ini memadukan lagu-lagu slow dan upbeat dengan cinta sebagai benang merah, cinta yang menurutnya tak terbatas pada hubungan antar manusia saja, melainkan juga tertuju pada berbagai hal dan sosok yang ia sayangi.
Dari kamar berbekal iPhone 6 hingga ratusan lagu yang sudah ia tulis, Farrel tiba di salah satu tonggak penting kariernya. "Asmara & Swag" menjadi jalan untuk memperlihatkan sisi lain dirinya, sekaligus meneruskan kebiasaan paling mendasarnya sebagai musisi yaitu menulis, mencoba, dan melihat ke mana lagu itu membawanya.