
Buat Farrel Nugroho, musik bukan sekadar soal nada dan lirik, tetapi juga cara untuk menyampaikan hal-hal yang sulit ia ceritakan secara langsung. Berangkat dari keluarga musisi dan pengalaman bermusik di gereja, Farrel mulai mengenal panggung sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kemenangan dalam lomba menyanyi pertamanya membuat ia semakin ketagihan tampil di depan banyak orang. Dari FLS2N, ajang pencarian bakat di televisi, hingga X Factor Indonesia dan Indonesian Idol, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Farrel sebelum akhirnya memilih untuk merilis lagu-lagunya sendiri.


Dapatkan berita terbaru, jadwal showcase, dan rilisan musik eksklusif langsung di inbox Anda.
Merasa pengalaman mengikuti lomba belum cukup memberinya ruang untuk menunjukkan karya, Farrel mulai menulis dan mengaransemen musiknya sendiri. Baginya, lagu menjadi medium untuk menceritakan sesuatu, termasuk perasaan yang mungkin sulit diungkapkan secara langsung. Hal itu juga yang melatarbelakangi single terbarunya, “Salah Tingkah”, sebuah lagu tentang menyukai seseorang yang belum memiliki perasaan serupa. Lewat lagu ini, Farrel seolah sedang bilang, “Please, kasih aku kesempatan buat buktiin!” kepada seseorang yang masih ia taksir.
Di antara karya-karyanya, “Teduh” menjadi salah satu lagu yang paling dekat dengan pendengar. Lagu tersebut sempat mendapat perhatian melalui TikTok, bahkan menghadirkan respons yang membekas bagi Farrel. Salah satu pendengar pernah menyampaikan bahwa lagu itu membantunya melewati masa sulit dan mengurungkan niat untuk mengakhiri hidupnya. Bagi Farrel, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa musik yang ia ciptakan bisa punya arti jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan. Sebuah lagu yang berawal dari cerita personal ternyata bisa menemani seseorang di momen paling berat dalam hidupnya.
Meski sudah menulis ratusan lagu, perjalanan Farrel untuk terus merilis karya bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesarnya adalah biaya produksi. Jika proses menulis dan menyusun komposisi bisa ia kerjakan sendiri, proses produksi membutuhkan dukungan dana yang tidak sedikit. Hal ini membuat perilisan lagunya belum bisa sesering yang ia inginkan. Namun, Farrel tetap ingin terus berjalan dan berkarya. Ia juga memilih untuk mengeksplorasi folk-pop dan R&B-pop, dua genre yang punya karakter berbeda tetapi sama-sama ia sukai.
Bagi Farrel, musik juga menjadi ruang untuk bercerita. Ia mengaku bukan tipe orang yang mudah menceritakan perasaannya kepada orang lain, sehingga menulis lagu menjadi salah satu cara untuk menyalurkan apa yang ia rasakan menjadi sesuatu yang produktif. Ia percaya bahwa menciptakan lagu membutuhkan proses panjang, mulai dari menentukan cerita hingga menemukan nada yang tepat. Tidak harus sempurna, yang penting ia bisa merasa puas dengan karya yang dihasilkan dan berharap lagu-lagunya bisa bermanfaat serta menemani banyak pendengar.
Setelah “Salah Tingkah”, Farrel sudah menyiapkan rilisan berikutnya. Ia berencana merilis “180”, sebuah lagu R&B bernuansa duet bersama Shafa, pada bulan depan. Sambil menunggu karya terbarunya, jangan lupa dengarkan “Salah Tingkah” di seluruh platform musik digital. Siapa tahu, lagu ini bisa jadi cara paling aman buat menyampaikan perasaan ke seseorang yang sampai sekarang belum juga memberi kesempatan.