
Memiliki nama lengkap Nakeisha Athalia Syifa, Nakei tumbuh di tengah keluarga yang akrab dengan musik. Sang ayah aktif bermain band, sementara ibunya gemar bernyanyi. Ketertarikannya semakin berkembang sejak mulai belajar gitar. Sejak kecil, ia juga sudah menjadi idol lovers, terutama sejak idol season 10 ketika terinspirasi oleh Ziva Magnolya. Kesempatan bertemu dengan Ziva, yang pernah menjadi juri dalam penampilannya, semakin menguatkan mimpinya untuk menembus panggung Indonesian Idol hingga akhirnya berhasil menjadi bagian dari Top 13 pada season 13.


Dapatkan berita terbaru, jadwal showcase, dan rilisan musik eksklusif langsung di inbox Anda.
Bagi Nakei, musik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan vokal, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya dapat membangun kedekatan dengan pendengarnya. Sebagai alumni Indonesian Idol Season 13 yang berhasil mencapai Top 13, Nakei terus mengembangkan dirinya sebagai musisi, baik dalam menemukan karakter vokal maupun menciptakan karya yang dapat menemani pendengar dalam berbagai situasi kehidupan.
Di luar musik, Nakei kini menempuh pendidikan di jurusan Creative Communication. Ketertarikannya pada dunia komunikasi sudah muncul sebelum ia serius bermusik, karena ia senang mempelajari cara menyampaikan sesuatu dengan jelas dan memahami pesan yang ingin disampaikan. Menjalani kuliah, bermusik, serta pekerjaan sampingan secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri. Dari proses tersebut, Nakei belajar beradaptasi, mengatur waktu, dan lebih disiplin dalam menempatkan diri di setiap aktivitasnya.
Perjalanan bermusiknya juga membawa Nakei untuk lebih memahami karakter vokal dan hubungannya dengan pendengar. Dahulu, ia terbiasa tampil sebagai anak festival yang mengandalkan teknik vokal tinggi. Namun, seiring waktu, ia belajar bahwa penampilan yang kuat tidak harus selalu dipenuhi teknik yang mencolok. Baginya, bernyanyi dengan lebih sederhana justru bisa terasa lebih dekat dan menyentuh banyak orang tanpa perlu terlalu banyak menunjukkan kemampuan vokal.
Dalam proses menulis lagu, Nakei mengandalkan perasaan dan intuisi yang sering kali berangkat dari pengalaman pribadi. Inspirasi juga bisa datang dari film, bacaan, atau cerita yang ia temui, selama hal tersebut bisa diolah menjadi sesuatu yang terasa personal. Di sisi lain, mengerjakan soundtrack film atau animasi memberinya tantangan berbeda karena ia harus menyesuaikan musik dengan tema dan kebutuhan cerita. Saat ini, Nakei tengah mengerjakan proyek soundtrack untuk animasi anak Indonesia, sekaligus membuka ruang eksplorasi terhadap genre dan pendekatan bermusik yang belum pernah ia coba sebelumnya.
Salah satu pengalaman panggung yang paling membekas baginya terjadi di Parepare, Sulawesi Selatan. Nakei mengingat antusiasme masyarakat yang menyambut kedatangannya hingga malam puncak penampilan, ketika banyak orang ikut bernyanyi bersama. Sambutan hangat tersebut meninggalkan kesan tersendiri dan membuatnya ingin kembali tampil di sana jika mendapat kesempatan. Pengalaman itu menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana musik dapat membangun kedekatan antara musisi dan orang-orang yang mendengarkannya.
Keinginan Nakei untuk menciptakan karya yang dekat dengan pengalaman pendengar tercermin dalam single terbarunya, “Setengah Hadir”. Terinspirasi dari pengalaman pribadi, lagu ini mengisahkan proses melepaskan diri dari lingkungan yang toxic, ketika seseorang terjebak dalam situasi yang tidak pasti dan dituntut untuk memberikan sesuatu yang sebenarnya tidak mampu ia berikan. Melalui lagu ini, Nakei mengolah pengalaman personalnya menjadi cerita yang dapat terhubung dengan pengalaman orang lain.
Ke depannya, ia berharap dapat terus menghasilkan karya yang bermakna dan menjadi teman bagi pendengar yang tengah menghadapi berbagai situasi sulit, mulai dari pergulatan emosional hingga perasaan kewalahan dalam menjalani keseharian. Baginya, musik tidak selalu harus menawarkan solusi, tetapi juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan pemahaman dan membuat seseorang merasa tidak sendirian.