Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASECOLLABORATE
BACK

NISSAN FORTZ (FUTURITMIK PROJECT)

Nama panggung Nissan Fortz berangkat dari nama aslinya, Nissan. Sementara itu, "Fortz" diambil dari nama band lamanya, The Fortis, yang berasal dari istilah musik forte, yaitu dinamika yang berarti bunyi nyaring atau dimainkan dengan kuat. Sejak usia lima tahun, Nissan sudah akrab dengan berbagai warna musik. Suara gitar klasik, rock, hingga flamenco menjadi bagian dari kesehariannya dan membentuk kedekatan yang alami dengan dunia musik.

PHOTOS

ROOM SERVICE SHOWCASE

OFFICIAL MUSIC VIDEO

DISCOGRAPHY

SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
EP
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
SINGLE
ALBUM
SINGLE
ALBUM

SOCIAL MEDIA

STREAMING

© NODA ENTERTAINMENT 2026
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Saat Eksplorasi Menjadi Identitas Bermusik

Nama panggung Nissan Fortz berangkat dari nama aslinya, Nissan. Sementara itu, "Fortz" diambil dari nama band lamanya, The Fortez, yang berasal dari istilah musik forte, yaitu dinamika yang berarti bunyi nyaring atau dimainkan dengan kuat. Sejak usia lima tahun, Nissan sudah akrab dengan berbagai warna musik. Suara gitar klasik, rock (Rock n' roll) hingga heavy metal menjadi bagian dari kesehariannya dan membentuk kedekatan yang alami dengan dunia musik.

Memasuki bangku kelas 1 SMP, intensitas latihannya semakin meningkat. Sepulang sekolah, ia menghabiskan sekitar dua jam setiap hari untuk berlatih gitar bersama sang ayah. Sosok ayah yang merupakan guru musik klasik menjadi mentor pertamanya sekaligus fondasi penting dalam perjalanan bermusiknya.

Seiring waktu, Nissan memutuskan untuk mendedikasikan utama dalam berkarya. Keputusan tersebut juga membawanya lebih dekat dengan berbagai komunitas musik dan memperluas jejaring kolaborasinya. Dalam beberapa tahun terakhir, Nissan juga aktif sebagai produser musik untuk sejumlah musisi. Pengalaman bekerja di balik layar justru memperluas sudut pandangnya terhadap proses kreatif. Baginya, menikmati proses penciptaan musik memiliki esensi yang sama, baik ketika menggarap karya sendiri maupun membantu mewujudkan karya musisi lain.

Semangat eksplorasi itu kemudian melahirkan Futuritmik Project, sebuah nama yang memadukan kata futuristik dengan ketertarikannya pada ritme atau irama. Proyek ini menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang menggabungkan musik dan seni visual. Dalam penampilannya, permainan gitar akustik dipadukan dengan elemen musik elektronik, sementara proses melukis secara langsung di atas panggung menjadi bagian dari pengalaman pertunjukan. Ke depannya, Nissan berencana memperluas konsep ini melalui lebih banyak kolaborasi dan eksplorasi format karya baru.

Eksplorasi tersebut juga terlihat dalam lagu instrumental berjudul "Thank You". Untuk menghadirkan dimensi yang berbeda, Nissan menggandeng Christieyas sebagai penulis lirik sekaligus vokalis. Aransemen musiknya kemudian diperkaya oleh Sendy Thanratu, personel sekaligus produser musik Domestique Club, yang menghadirkan sentuhan elektronik ke dalam komposisi tersebut.

Di luar proyek kolaboratif, Nissan juga terus mengembangkan karya solonya melalui beberapa rilisan berbentuk EP. Dua lagunya, "Sore Sebelum Hujan" (2016) dan "Berdua" (2018), bahkan mendapat kesempatan untuk diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh salah satu aktor utama dalam serial "12 IPA 4" sebagai bagian dari original soundtrack.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
Expanded artist photo