
Trisouls menjadi salah satu grup vokal Indonesia yang membuktikan bahwa perjalanan bermusik tidak selalu berjalan lurus. Beranggotakan Damien Jonathans, Jesse Thomasmore, dan Yerry Ririassa, grup yang terbentuk pada 2016 ini kerap disebut sebagai vocal group hingga boyband. Namun, mereka memiliki identitas tersendiri lewat harmonisasi vokal dan perpaduan musik pop, R&B, serta soul. Setelah melewati masa vakum, Trisouls kini kembali melanjutkan perjalanan dengan semangat dan pendekatan yang lebih mandiri.


Dapatkan berita terbaru, jadwal showcase, dan rilisan musik eksklusif langsung di inbox Anda.
Perjalanan Trisouls berawal dari lingkungan kampus musik tempat mereka menempuh pendidikan. Jesse dan Yerry berada dalam satu angkatan, meski Damien berbeda dan menjalani pendidikan di Singapura. Mereka akhirnya bertemu dalam sebuah konser yang melibatkan salah satu dosen mereka. Pertemuan tersebut menjadi titik awal terbentuknya Trisouls, yang kemudian berkembang dari sekadar pertemanan dan ketertarikan terhadap musik menjadi sebuah proyek serius.
Sebelum dikenal lewat karya orisinal, Trisouls memulai langkahnya dengan mengunggah video cover lagu. Siapa sangka, video ketiga mereka berhasil menarik perhatian label musik hingga membuka jalan untuk mendapatkan dukungan produksi profesional. Dari situ, mereka mulai membangun identitas musikal sendiri dan merilis karya yang memperkenalkan karakter vokal mereka kepada pendengar yang lebih luas. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa langkah sederhana di era digital bisa membuka peluang besar ketika bertemu dengan momentum yang tepat.
Pada 2020, Trisouls merilis album perdana bertajuk Serenada, yang terdiri dari sembilan lagu dengan benang merah berupa perjalanan cinta. Album ini dirancang seperti sebuah novel musikal, membawa pendengar melewati berbagai fase hubungan, mulai dari munculnya ketertarikan, lika-liku percintaan, hingga keputusan untuk berkomitmen. Sayangnya, album tersebut hadir ketika pandemi COVID-19 membatasi aktivitas pertunjukan musik. Kesempatan untuk memperkenalkan karya secara langsung kepada penonton pun tidak berjalan sesuai harapan, padahal panggung menjadi salah satu ruang penting bagi sebuah grup vokal untuk membangun koneksi dengan pendengarnya.
Tantangan itu berlanjut pada 2021 ketika Trisouls merilis EP 3|2. Situasi pandemi kembali membatasi ruang gerak mereka untuk tampil dan mengeksplorasi potensi musikal secara lebih jauh. Padahal, musik sudah menjadi bagian dari kehidupan para personel sejak kecil, sebelum akhirnya mereka memperdalam kemampuan bermusik melalui pendidikan formal. Kondisi tersebut membuat perjalanan yang semestinya bisa berkembang lewat berbagai panggung dan eksperimen harus berjalan lebih lambat. Setelah itu, Trisouls memasuki masa vakum selama beberapa tahun.
Meski begitu, jeda tersebut tidak menjadi akhir dari perjalanan mereka. Pada 2025, Trisouls memutuskan untuk kembali berkarya dengan semangat yang lebih mandiri. Mereka mulai mempertimbangkan jalur independen, termasuk merilis musik dengan pendekatan yang lebih personal dan terlibat langsung dalam proses kreatif. Rencana tersebut kemudian mempertemukan mereka kembali dengan POPS Music ID, yang tertarik mendukung langkah baru Trisouls. Comeback mereka ditandai dengan single Cinta Tak Bertemu, sebuah lagu tentang hubungan yang tidak dapat berlanjut karena perbedaan keyakinan. Menariknya, proses penulisan lagu ini juga melibatkan beberapa anggota Soulfamz, sebutan bagi penggemar Trisouls.
Bagi Trisouls, pengalaman manggung juga menyimpan cerita yang tidak mudah dilupakan. Salah satu yang paling berkesan adalah penampilan mereka di Jazz Traffic Festival, Surabaya, sebelum pandemi. Sementara itu, momen comeback di panggung Come See Me Festival, Bandung, pada 2025 memberikan pengalaman emosional tersendiri. Mereka mengingat bagaimana suasana penonton semakin ramai ketika penampilan berlangsung, terutama menjelang pertengahan hingga akhir set. Respons tersebut menjadi suntikan semangat yang mengingatkan mereka kembali pada alasan mengapa tampil secara langsung begitu berarti. Setelah melewati masa tanpa panggung, melihat penonton merespons musik mereka menjadi pengalaman yang terasa lebih spesial.
Kini, Trisouls kembali membangun momentum melalui karya-karya baru, termasuk single Sementara atau Selamanya yang dirilis pada Februari 2026. Lagu dengan nuansa pop romantis upbeat dan sentuhan nostalgia era 90-an ini menunjukkan bahwa mereka tetap mempertahankan karakter musiknya sambil membuka ruang untuk eksplorasi. Di tengah perjalanan menuju satu dekade sejak terbentuk pada 2016, Trisouls juga ingin menghadirkan sesuatu yang spesial untuk menandai perjalanan tersebut. Sepuluh tahun tentu bukan waktu yang singkat, terlebih ketika di dalamnya terdapat pencapaian, keterbatasan, jeda, dan kesempatan untuk memulai kembali. Bagi Trisouls, satu dekade ini bukan sekadar tentang melihat sejauh apa mereka telah melangkah, tetapi juga tentang menentukan kemana harmoni mereka akan dibawa selanjutnya.