Noda Logotype
ABOUTTALENT SHOWCASECOLLABORATE
BACK

TURBOKIDZ

Ichsan Candra Kesuma Pane, ia adalah gitaris Pijar sekaligus proyek solo Turbokidz. Sejak awal Turbokidz memang menjadi ruang eksplorasi personalnya. Ia juga pernah menjelaskan Oranye sebagai proses memahami diri dan fase hidup, sementara karya-karya berikutnya seperti Transition dan Fase I: Disonansi semakin spesifik membawakan tema perubahan, kegelisahan, dan konflik batin.

PHOTOS

ROOM SERVICE SHOWCASE

No video available

OFFICIAL MUSIC VIDEO

DISCOGRAPHY

EP
ALBUM
SINGLE
SINGLE
EP
SINGLE
SINGLE
SINGLE
© NODA ENTERTAINMENT 2026
EXCLUSIVE INTERVIEW // NODA ARCHIVE

Turbokidz sebagai Alter Ego

Ada masa ketika seseorang mulai mempertanyakan keputusan yang selama ini dijalani. Bukan karena semuanya terasa salah, tetapi karena di sela-sela rutinitas muncul kegelisahan kecil: benarkah ini jalan yang ingin ditempuh? Pertanyaan semacam itu menjadi titik berangkat Ican Pane dalam mengembangkan Turbokidz, moniker yang kini menjadi ruang personalnya sebagai penyanyi-penulis dan produser.

Nama Turbokidz terinspirasi dari film Turbo Kid. Sosok Turbokid dalam film tersebut digambarkan sebagai karakter superhero. Meski berada dalam situasi yang penuh tantangan, tetap membutuhkan peran orang lain dalam menuju satu visi jangka panjang. Bagi Ican, nama tersebut kemudian melekat dan berkembang menjadi identitas untuk proyek musik yang ia bangun setelah perjalanan bersama Pijar.

Musik Turbokidz berangkat dari sesuatu yang sangat personal. Kesepian saat merantau, malam-malam yang panjang, berbagai drama kehidupan, hingga keresahan terhadap jalan karier dan lingkungan sekitar menjadi bahan yang kemudian diterjemahkan ke dalam lagu. Namun, kegelisahan itu tidak selalu hadir sebagai konflik besar. Justru ia muncul dari hal-hal kecil yang terus mengendap dan perlahan meminta untuk dipahami.

Hal tersebut menjadi dasar dari Fase I: Disonansi. Fase pertama dari perjalanan menuju album ini berbicara tentang momen ketika kesadaran mulai muncul ketika seseorang mulai mempertanyakan kembali keputusan yang telah dibuat, memikirkan kesalahan yang mungkin ingin diperbaiki, serta berhadapan dengan perasaan-perasaan yang saling bertabrakan. “Bukan dalam bentuk konflik besar, melainkan kegelisahan kecil yang datang di sela-sela aktivitas sehari-hari,” ujar Ican.

Perjalanan tersebut tidak berhenti di sana. Memasuki Fase II: Resistensi, Ican mulai membawa energi yang berbeda. Jika ‘Disonansi’ adalah ruang untuk mempertanyakan, ‘Resistensi’ menjadi fase ketika mulai muncul keberanian dan validasi terhadap keputusan yang telah dipilih. Ada sesuatu yang lebih sentimental dalam cara fase ini akan disampaikan, seolah kegelisahan yang sebelumnya hanya berputar di kepala mulai menemukan bentuk dan sikap. Fase kedua akan dirilis September 2026 dan EP di bulan setelahnya.

Cara Ican membangun musiknya pun ikut berkembang. Jika sebelumnya ia terbiasa mengerjakan lagu secara mandiri hingga proses mixing dan mastering, materi Turbokidz kali ini mulai membuka ruang yang lebih besar untuk kolaborasi. Ia tetap membawa arah kreatifnya sendiri, tetapi proses dari demo hingga menjadi karya akhir kini melibatkan lebih banyak orang. Mungkin perubahan itu juga menjadi bagian dari perjalanan Turbokidz sendiri. Dari sebuah proyek personal yang lahir dari kesendirian, perlahan menjadi ruang yang memberi tempat bagi kolaborasi dan kemungkinan baru.

Dengan beberapa fase yang akan dirilis secara bertahap sebelum akhirnya menuju album, Turbokidz sedang membangun sesuatu yang lebih panjang dari sekadar kumpulan lagu. Setiap fase menjadi potongan dari perjalanan Ican dalam memahami dirinya sendiri—tentang keputusan, keraguan, keberanian, dan kemungkinan untuk berubah.

Pada akhirnya, Turbokidz tidak datang dengan jawaban. Ia justru lahir dari pertanyaan. Tentang apakah pilihan yang kita ambil sudah benar. Tentang apa yang sebenarnya ingin kita jalani. Dan tentang keberanian untuk tetap bergerak meski jawabannya belum sepenuhnya ditemukan.

PUBLISHED BY NODA EDITORIALJAKARTA, 2026
Expanded artist photo